BeritaAl Syukro UniversalBeberapa pohon langka, ada disini

Beberapa pohon langka, ada disini

Wilayah perkotaan yang terus dipenuhi pemukiman dan perkantoran, membuat tanah kosong dan hijau semakin jarang. Wilayah Ciputat dan Pamulang dari waktu ke waktu terus dipadati dengan bangunan-bangunan, seiring pula dengan terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Situasi jalan raya yang macet, terbatasnya lahan terbuka membuat kota terasa sumpek. Namun bagi siswa Al Syukro Universal, kesumpekan tersebut dapat terobati ketika berada di sekolah. Area sekolah yang luas dan asri begitu menyejukan siapapun yang datang. Hamparan rumput dan hijaunya pepohonan, membuat murid betah di sekolah.

Jamblang. Sumber:wikipedia.org

Yang membuat lingkungan sekolah terasa alami ialah banyaknya pepohonan yang menghiasi areal sekolah. Diantara banyaknya pepohonan tersebut terdapat beberapa pohon yang tergolong jarang ditemukan. Diantaranya Jamblang, gandaria, kecapi, dan asem. Selain tentunya ada pohon-pohon lain yang sudah tidak asing, seperti rambutan, kelapa, bambu dan aneka tanaman hias.

Di dekat gedung SD ada pohon Jamblang dan Asem. Dirilis di www.wikipedia.org, Jamblang, jambu keling atau duwet adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Tumbuhan berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan berbagai nama seperti jambee kleng (Aceh), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Min.), jambulang, jambulan, jombulan, jumblang (aneka nama lokal di Sulut), jambulan (Flores), jambula (Ternate), jamblang (Btw., Sd.). Juga jambu juwat, jiwat, jiwat padi (Ind., juwet atau duwet (Jw.), juwet, jujutan (Bl.), dhuwak, dhalas (Md.), duwe (Bima) dan lain-lain. 

Masih di sekitar gedung SD-SMP terdapat pohon asem yang cukup besar. Karena pohon ini cukup rindang, seringkali para murid menggelar kegiatan di bawah pohon asem ini. Berdasarkan jenisnya, asem yang ada di areal sekolah tersebut disebut Asam Jawa. Asam jawa adalah sejenis buah yang masam rasanya; biasa digunakan sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai perasa atau penambah rasa asam dalam makanan, misalnya pada sayur asam atau kadang-kadang kuah pempek.

Asam jawa dihasilkan oleh pohon yang bernama ilmiah Tamarindus indica, termasuk ke dalam suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. Nama lain asam jawa adalah asam (Mly.), asem (Jw.), sampalok (Tagalog), ma-kham (Thai), dan tamarind (Ingg.). Buah yang telah tua dan sangat masak biasa disebut asem kawak.

Pohon Gandaria juga terdapat di areal Al Syukro. Tepatnya di sekitar kebun siswa, pohon langka ini berdiri tegak.  Pohon Gandaria (Bouea macrophylla Griffith) atau nama lokal lainnya jatake adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand.

Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung. Daunnya digunakan sebagai lalap. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan.

Buah kecapi yang matang

Satu lagi yang terbilang unik, ialah pohon kecapi yang berdiri tegak menghiasi asrinya areal sekolah. Pohon kecapi merupakan pohon yang rimbun dan besar, dapat mencapai tinggi 30 m, meski umumnya di pekarangan hanya mencapai sekitar 20-an meter. Batang dapat mencapai diameter 90 cm, bergetah seperti susu.
Kecapi diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. Berabad-abad yang silam, tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia (Borneo, Maluku), Mauritius, dan Filipina, di mana tanaman buah ini kemudian menjadi populer, ditanam secara luas dan mengalami naturalisasi.

Pohon ini ditanam terutama karena diharapkan buahnya, yang berasa manis atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade.

Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah, bahan perkakas atau kerajinan, mudah dikerjakan dan mudah dipoles.

Berbagai bagian pohon kecapi memiliki khasiat obat. Rebusan daunnya digunakan sebagai penurun demam. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan.

Kecapi ada dua macam, yakni dengan daun tua sebelum gugur berwarna kuning dan yang berwarna merah. Dahulu, kedua varietas ini dianggap sebagai spesies yang berbeda (Sandoricum indicum berdaun kuning dan S. nervosum berdaun merah).