Agenda PSBAgenda PSB

mahmudinsang_juarakecilBerkaitan dengan prestasi. Semua orang pasti ingin berprestasi, dan orang tuapun senang mendengar anaknya berprestasi. Siapa yang tidak senang mendapatkan juara, pasti semuanya senang mendapatkan juara, walaupun itu bukan juara pertama, akan tetapi perjuangan untuk mendapatkan juara itu yang terpenting.

Adalah Mahmudin, siswa berbeasiswa dari Dompet Dhuafa yang bersekolah di SMP Islam Alsyukro Universal. Siswa kelas IX ini  baru saja menjadi juara lomba Marathon.  Siswa kelahiran Cianjur, 15 Mei 1996 ini  meraih Juara ke-2 Marathon Tingkat SMP. Latar belakang Orang tua yang hanya bekerja sebagai Petani tidak membuatnya minder. Anak ke-2 dari Tiga bersaudara ini  malah bersemangat untuk belajar dan berprestasi. Meraih cita-cita dan bercita-cita ingin menjadi ustad.

Mahmudin adalah  sosok yang  cukup polos dan sederhana dan  ternyata baru pertama kalinya memenangkan lomba marathon. "Saya senang sekali menjadi juara lomba marathon, karena ini baru pertama kalinya saya pindah ke Tangerang dan mendapatkan prestasi yang saya inginkan", Begitulah katanya.

Sedikit aneh memang, karena hobi di bidang olah raga, tetapi bercita-cita ingin menjadi Ustad.  Mahmudin sangat menggemari bidang olahraga terutama maraton karena tidak banyak aturan, dan hanya fokus pada satu titik yang dapat menjadikan kita sebagai pemenang.

Sedangkan mata pelajaran yang dia gemari juga Olah Raga, karena lebih mudah dipraktekan, dan tidak banyak aturan. Selain dari pelajaran Olah Raga, dia juga menggemari pelajaran Pendidikan Agama Islam, karena mata pelajarannya selalu dimulai pagi hari. Akan tetapi jika pelajaran matematika, sedikitpun dia agak pusing.

Orang tua Mahmudin selalu mendukung apapun yang dia lakukan jika itu baik untuk dirinya dan masa depannya. Karena orang tuanya tidak mau Mahmudin hanya menjadi seorang petani seperti ayahnya. Dukungan dan perasaan Optimislah yang membuat Mahmudin berhasil.

Ada rasa penyesalan sebenarnya, karena kesempatan untuk menjadi juara dan mengikuti lomba marathon itu hanya sekali dia peroleh, karena perjuangannya pindah sekolah dari Cianjur ke Tangerang Selatan. Jika ada lomba lagi, dan ada kesempatan, dia akan berusaha mencapai hasil yang maksimal.

Walaupun sedikit kecewa, Mahmudin tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mengikuti lomba marathon, dan berhasil menunjukan bahwa ia mampu menjadi juara. Bersungguh-sungguh, tekun, dan Optimis. Itulah kata kunci untuk menjadi juara menurut seorang pelajar SMP yang bernama Mahmudin.


Go to top