BeritaElementary (SD)Ke Lubang Buaya

Ke Lubang Buaya

110512_lubang_buayaDalam rangka memperkenalkan sejarah kepada para siswa, SD Islam Al Syukro Universal mengajak para siswa kelas 1-5 untuk berkunjung ke Museum Lubang Buaya Jakarta, pada hari Selasa tanggal 24 April 2012. Lubang Buaya merupakan sebuah tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta yang menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September pada 30 September 1965. Secara spesifik, sumur Lubang Buaya terletak di Kelurahan Lubang Buaya di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Nama Lubang Buaya sendiri berasal dari sebuah legenda yang menyatakan bahwa ada buaya-buaya putih di sungai yang terletak di dekat kawasan itu. Lubang buaya terdapat patung elang dan patung pahlawan, patung elang itu sangat besar. di Lubang buaya juga terdapat rumah yang di dalamnya ketujuh pahlawan revolusi disiksa dan dibunuh. Terdapat juga mobil yang digunakan untuk mengangkut orang orang.

Ibu Ferawati, guru SD Islam Al Syukro Universal menuturkan, bahwa sejarah tak ubahnya seperti sebuah kisah nyata yang terjadi di masa silam. Bagi sebagian bangsa sejarah merupakan sebuah acuan untuk membandingkan kejadian terdahulu dengan masa sekarang, karenanya  dengan adanya sejarah memudahkan kita untuk memahami asal usul bangsa secara jelas dan terperinci. karena merujuk ke masa silam, hal itu pulalah yang menjadi tolak ukur suatu bangsa mengalami penurunan atau peningkatan kualitas, baik kualitas secara fisik ataupun secara moral. Esensinya, bagi sebagian bangsa sejarah membawa dampak yang sangat luar biasa terhadap kehidupan dimasa sekarang, terjadinya degradasi moral akhir-akhir ini dianggap sebagai ketidakmengertian pemuda bangsa terhadap sejarah bangsanya. Bu Ferawati juga mengutif ungkapan Bung Karno, bahwa "Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai sejarahnya".

Perjalanan menuju lokasi kunjungan dimulai dari Ciputat, para siswa berkumpul di Ruko Prima Ciputat. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya rombongan tiba di lokasi. Riuh rendah suara siswa/i Alsyukro Universal terdengar bergemuruh sesaat setelah keluar dari mobil bus. Tak lupa para pendamping pun segera menyiapkan mereka berbaris di depan bangunan Museum, sebelum dibawa ke tempat tujuan masing-masing. Setelah diabsen guru pendamping masing-masing, lalu pembagian rombongan, level 1,2, dan 3 diarahkan menuju museum lubang buaya, museum rumah penyiksaan tempat disiksanya para jenderal besar TNI, museum bangunan yang dijadikan sebagai dapur umum, mobil Dodge, dan tanker yang dicuri pasukan pengkhianatan PKI.

Sedangkan level 4 dan 5 diarahkan menuju tempat yang sudah dipersiapkan untuk menonton film kisah pengkhianatan G 30 S/PKI di dalam museum. Tujuan pemisahan level ini disesuaikan dengan beberapa pertimbangan, diantaranya menghindari situasi yang terlalu crowded yang mengakibatkan siswa/i menjadi tidak fokus, perbedaan pemahaman dan proses berfikir siswa/i  antara level 1,2,3 sebagai dasar pengetahuan saja, sedangkan 4 dan 5  ditantang untuk mengolah pesan yang masuk sehingga mereka dapat mengambil konklusi yang tepat terhadap kejadian masa lampau, tentunya dengan pengarahan yang disampaikan dari guide kelompok masing-masing dan para pembimbing tentunya. Minimnya kendala yang terjadi dilapangan, menjadikan kegiatan fieldtrip kali ini bisa dibilang sukses. (oleh : Ferawati Elmauky)

110512_lubang_buaya1 110512_lubang_buaya2
110512_lubang_buaya7 110512_lubang_buaya4
110512_lubang_buaya5 110512_lubang_buaya6